Investor, Trader, dan Spekulator


Terdapat beberapa tipe orang di pasar saham yaitu investor, trader, dan spekulator. Khusus spekulator, sulit untuk mengetahuinya dan pasti banyak yang tidak ingin mengaku sebagai spekulator. Artikel ini dibuat karena pada diskusi di grup saham, investor dan trader ini sering berbeda pendapat. Oleh karena itu dengan mengetahui perbedaannya, anda tidak perlu lagi berdebat yang tidak berujung karena pemikiran investor dan trader memang berbeda.

Saya sebagai penulis artikel ini merupakan investor, sehingga saya akan usahakan untuk netral tidak mendukung pihak manapun.

Dalam rangka mempermudah mengetahui perbedaannya, saya akan berikan beberapa kondisi dan bagaimana investor, trader, dan spekulator berpikir. Mungkin pemikiran dari investor, trader, dan spekulator tidak 100% sesuai yang saya tulis, namun semoga bisa memberikan gambaran pola pikirnya.


Investor : Saya harus menghitung risiko kerugian seandainya membeli sekarang karena valuasinya sudah terlalu tinggi.

Trader : Saya harus melihat beberapa indikator untuk memastikan bahwa pasar memang sedang memasuki fase bullish.

Spekulator : Hajar! Pasar sedang bullish tidak perlu takut!

2. Pasar Sideways

Investor : Saya harus menghitung risiko kerugian seandainya membeli sekarang.

Trader : Saya harus memastikan dengan pattern tertentu untuk mengetahui pergerakan pasar selanjutnya akan naik atau turun.

Spekulator : Ganti saham lain saja ah, saya coba lihat rekomendasi orang lain.


Investor: Ini kondisi menarik! Saya harus menghitung valuasinya agar saya mendapat harga diskon untuk perusahaan bagus!

Trader : Sebaiknya saya harus berhati-hati dan disiplin dalam menerapkan strategi trading saya.

Spekulator : Buset, pasar lagi bearish! Dasar yang kasih rekomendasi memang tidak profesional! Nyangkut semua deh saham saya! Harus gimana ya ini? Jual atau tidak?

4. Muncul Berita Buruk Tentang Perusahaan

Investor : Saya harus memastikan bahwa berita ini isu atau bukan.

Trader : Saya harus memastikan bahwa berita ini isu atau bukan.

Spekulator : Oalah gara-gara ini harga sahamnya jatuh? Yasudah saya jual saja sahamnya, tidak apa-apa rugi sedikit.

5. Muncul Berita Baik Tentang Perusahaan

Investor : Sesuai dugaan saya berita buruk itu hanya isu.

Trader : Sesuai dugaan saya berita buruk itu hanya isu.

Spekulator : Loh kok sekarang beritanya begini? Ini ngaco yang bikin berita! Dasar saham banyak tukang bohongnya!

Demikianlah perbedaan pemikiran antara investor, trader, dan spekulator. Mengetahui perbedaan investor, trader, dan spekulator ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan. Misalnya anda sebagai investor meminta sudut pandang dari trader mengenai saham tertentu sehingga anda bisa lebih pasti dalam memilih saham.

Jika anda mendapat cerita buruk mengenai saham, tanyakan pada orang tersebut bagaimana caranya berinvestasi di saham dulu? Jangan-jangan orang yeng sedang bercerita adalah spekulator.

Gambar:
http://www.stilo.com/wp-content/uploads/shutterstock_16547263-600x300.jpg

You Might Also Like

0 comments