Obligasi Pemerintah

Stock market data with uptrend vector. 3d render.


Obligasi secara mudah merupakan surat hutang. Obligasi bisa diterbitkan oleh korporasi maupun pemerintah. Pada dasarnya apabila kita membeli obligasi, maka kita memberikan hutang kepada penerbit obligasi.
Obligasi yang akan dibahas adalah obligasi pemerintah Indonesia. Setiap tahunnya, Indonesia selalu menerbitkan surat hutang. Obligasi dari pemerintah ini misalnya Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Salah satu alasannya adalah untuk membiayai belanja negara. Apabila kita membeli obligasi pemerintah, maka kita memberikan hutang kepada negara Indonesia. Lebih baik berhutang pada rakyat sendiri daripada berhutang kepada asing bukan?
Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika membeli obligasi pemerintah? Berikut saya rangkum beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membeli obligasi pemerintah.

1. Tenor Obligasi

download (1).jpg

Obligasi yang diterbitkan memiliki tenor atau jatuh tempo yang berbeda-beda. Beberapa obligasi pemerintah memiliki tenor pendek hingga panjang. Sesuaikan pemilihan tenor ini dengan kebutuhan anda. Semakin panjang tenornya, maka kemungkinan untuk tahan terhadap krisis ekonomi semakin kecil.Mengapa? Hal ini dikarenakan tidak ada yang mengetahui kapan akan terjadinya krisis ekonomi.

2. Bunga Obligasi

download (2).jpg

Setiap obligasi yang diterbitkan memiliki bunga. Pada umumnya obligasi pemerintah memiliki acuan sekian persen diatas BI Rate sebagai bunga obligasi.

3. Jaminan Obligasi

url

Perlu untuk diketahui pula bahwa tidak semua obligasi memiliki jaminan. Untuk mengetahui ada tidaknya jaminan di obligasi yang akan dibeli, ada baiknya untuk membaca prospektus obligasi. Prospektus obligasi merupakan gambaran umum terhadap obligasi yang diterbitkan. Namun obligasi pemerintah Indonesia ini pada umumnya relatif lebih aman. Saya belum pernah menjumpai pemerintah Indonesia gagal bayar dalam penerbitan obligasi.

4. Fluktuasi Harga Obligasi

download (3).jpg

Obligasi yang telah dibeli, dapat dijual kembali. Pada obligasi pemerintah, biasanya ada syarat dilarang menjual obligasi kecuali telah memiliki obligasi tersebut selama beberapa bulan. Harga jual obligasi ini diserahkan pada pasar. Sehingga ada kemungkinan obligasi yang dibeli memiliki harga jual lebih mahal ataupun lebih murah. Namun fluktuasi harga obligasi ini tidak terlalu tinggi sehingga dapat dikatakan lebih aman. Secara mudah, semakin pendek tenor obligasi maka harga obligasi akan lebih berfluktuasi.

5. Lokasi Pembelian Obligasi


Pembelian obligasi pemerintah bisa dilakukan di agen penjual yang ditunjuk.Pada umumnya, bank-bank dan perusahaan sekuritas merupakan agen penjual obligasi. Setiap agen penjual ini memiliki kuota penjualan obligasi. Sehingga ada kemungkinan anda gagal membeli obligasi karena kuota penjualan obligasi pada agen penjual tertentu telah penuh. Perlu dicatat bahwa pembelian obligasi pada bank memerlukan adanya pembukaan rekening pada bank tersebut.

Gambar:

  • http://www.sisidunia.com/wp-content/uploads/2014/09/IHSG-Bakal-Tertekan-lagi-Perhatikan-Delapan-Saham-Pilihan-Ini.jpg
  • http://17026-presscdn-0-98.pagely.netdna-cdn.com/wp-content/uploads/sites/9/2016/06/1-1452.jpg
  • http://timesofindia.indiatimes.com/photo/47468836.cms
  • http://u.smedata.sk/blog/article/1/37/378931/378931_article_photo_gb3txs9_900x.gif?r=05e
  • http://cdn4.benzinga.com/files/imagecache/1024x768xUP/images/story/2012/shutterstock_120658870_28.jpg
  • http://azertag.az/files/galleryphoto/2016/2/1000x669/14697080741278017995_1000x669.jpg

You Might Also Like

0 comments